Polri Dorong Percepatan Swasembada Bawang Putih, Tanam Serentak dan Panen Raya di Sembalun
Lombok Timur, 19 Agustus 2026 —
Polri terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan
nasional melalui percepatan swasembada bawang putih. Komitmen tersebut
diwujudkan melalui penanaman bawang putih serentak, panen raya, serta
groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Sembalun,
Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan
tersebut dihadiri Kapolri jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua
Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI
Zulkifli Hasan serta Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan
berbagai pemangku kepentingan terkait. Rangkaian kegiatan menjadi bagian
dari sinergi lintas sektor dalam meningkatkan produksi bawang putih
nasional sekaligus memperkuat ekosistem pertanian dari hulu hingga
hilir.
Kapolri menegaskan, upaya percepatan swasembada pangan
merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar
Indonesia mampu mandiri di tengah ketidakpastian situasi global.
“Bapak
Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang
tidak menentu seperti ini, kita semua harus mandiri, khususnya di
bidang ketahanan pangan. Oleh karena itu, ini menjadi perintah dari
beliau yang harus kita tindak lanjuti sehingga program ini bisa berjalan
dengan baik,” ujar Kapolri.
Dalam mendukung percepatan
swasembada bawang putih, Polri bersinergi dengan kementerian/lembaga,
pemerintah daerah, dan mitra strategis telah memperoleh potensi lahan
terverifikasi seluas 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda. Dari
luasan tersebut, 927,6 hektare telah ditanami dengan proyeksi produksi
mencapai 9.276 ton. Program tersebut turut memberdayakan 117 kelompok
tani dengan melibatkan 2.257 petani.
Kapolri menyebut potensi
lahan tersebut masih dapat diperluas sebagai bagian dari akselerasi
peningkatan produksi bawang putih nasional.
“Kita memiliki
potensi luas lahan sebesar 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda.
Dan ini kalau memang ada kebijakan lanjut untuk memperluas luasan ini,
tentunya kita mengharapkan luasan ini bisa bertambah sehingga kemudian
apa yang menjadi cita-cita dari Bapak Presiden betul-betul bisa kita
eksekusi dengan baik,” kata Kapolri.
Pada kegiatan hari ini,
penanaman bawang putih dilaksanakan secara serentak di 14 Polda pada
lahan seluas 279,5 hektare. Penanaman tersebut diproyeksikan
menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih yang dapat dipanen pada
kuartal IV 2026. Sementara itu, tiga Polda lainnya akan melaksanakan
penanaman menyesuaikan masa tanam di wilayah masing-masing.
Khusus
di Sembalun, dilaksanakan panen raya bawang putih pada lahan seluas 105
hektare dengan potensi hasil mencapai 1.050 ton. Pada kesempatan yang
sama juga dilakukan groundbreaking Gudang Ketahanan Pangan Polri seluas
250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 300 ton bawang
putih. Keberadaan gudang tersebut diharapkan dapat memperkuat
pengelolaan pascapanen melalui penyediaan sarana penyimpanan yang
memadai, sehingga kualitas hasil produksi dapat tetap terjaga sebelum
diserap dan didistribusikan.
Kapolri juga menyoroti tingginya
ketergantungan Indonesia terhadap impor bawang putih. Menurutnya,
kebutuhan nasional yang jauh lebih besar dibandingkan produksi dalam
negeri menjadi tantangan yang harus dijawab melalui peningkatan
produktivitas dan perluasan sentra produksi.
“Saat ini bawang
putih masih memiliki ketergantungan impor sangat tinggi, kurang lebih 90
sampai 95 persen. Sementara produksi kita saat ini masih di antara
34.000 sampai 40.000 ton, sementara kebutuhan nasional kita 600.000 ton
per tahun. Artinya, ini adalah tantangan bagi kita semua untuk bagaimana
kita mengulang kejayaan yang pernah terjadi saat itu, kita telah
mencapai swasembada bawang putih,” ujar Kapolri.
Dukungan
terhadap sektor produksi juga diperkuat melalui pemberian alat dan mesin
pertanian. Polri akan memberikan 81 unit hand tractor dan 5 unit pompa
air tenaga surya. Kementerian Pertanian turut memberikan 9 unit hand
tractor, 1 unit traktor roda empat, serta 19 unit pompa air, sedangkan
PT Pupuk Indonesia memberikan bantuan 17 ton pupuk.
Menurut
Kapolri, dukungan sarana produksi tersebut diperlukan untuk memastikan
peningkatan luas lahan dapat diikuti dengan produktivitas pertanian yang
optimal.
“Harapan kita semua, kita bisa melaksanakan swasembada,
masyarakat kita, petani kita juga sejahtera dan Indonesia betul-betul
memiliki kedaulatan di negeri sendiri,” tegasnya.
Selain
memperluas lahan tanam, Polri bekerja sama dengan Kelompok Tani Pusuk
Pujata untuk mengembangkan bibit bawang putih yang dapat dibudidayakan
pada wilayah dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan
laut. Pengembangan tersebut diharapkan membuka peluang perluasan sentra
produksi bawang putih ke wilayah dataran yang lebih rendah.
Kapolri
mendorong agar riset dan pengembangan bibit unggulan terus dilakukan,
termasuk pengujian budidaya bawang putih pada wilayah dengan ketinggian
di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut.
“Kalau ini bisa
berhasil, artinya di bawah ketinggian 900 meter pun kita bisa menanam.
Artinya kalau itu bisa berjalan maka akselerasi swasembada pangan,
khususnya bawang putih nasional, betul-betul bisa berjalan dengan
sebaik-baiknya,” kata Kapolri.
Melalui kolaborasi dari hulu
hingga hilir tersebut, Polri berharap produksi bawang putih dalam negeri
terus meningkat, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi,
sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani dan
mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional.
“Terus semangat dan kita sama-sama tunjukkan bahwa Indonesia bisa swasembada, khususnya bawang putih,” tutup Kapolri.

Komentar
Posting Komentar